Pengantar

Sharing pengalaman apa yang telah saya lakukan di notebook kesayangan saya (HP Mini 210) mungkin sedikit berguna bagi para reader…

Ide awalnya adalah ingin menjalankan program yang berjalan baik di WinXP tapi tetap ingin memiliki OS Bawaan notebook yang notabenenya License Operating System (LOS). Adapun LOS yang sudah terinstall di notebook saya adalah window 7 Ultimate Edition. Dan aplikasi yang saya maksud berjalan baik di winXP adalah aplikasi-aplikasi penunjang kerjaan saya sebagai web master dan DBA yakni Web server, SSH Secure, Virtualhost dan SQL Server2000. Setelah baca referensi sana sini untuk bisa menjalankan aplikasi2 tersebut di window 7 ternyata memang tidak bisa. Akhirnya pencarian referensi sedikit bergeser menjadi ke arah cara melakukan dual boot pada notebook yang telah terinstall window 7 lebih dulu. Singkat kata singkat cerita, referensi udah saya dapat dan segera melakukan strategi operasi pada notebook saya agar bisa dual boot (Windows7 dan XP).

Disamping latar belakang diatas, saya berharap dengan menggunakan dual OS akan membuat kerjaan lebih efektif untuk segala jenis kondisi… istilah sayanya sih All terain OS for backuping my different activity.

Akhirnya timbul ide gila… kenapa ngga notebook saya ga hanya dilengkapi dengan 2 OS berbasis GUI tapi juga dilengkapi dengan OS Linux… tapi berkat ide gila itu, akhirnya notebook saya juga dipersenjatai oleh 3 OS sekaligus. Windows 7, Windows XP SP2, dan Linux Ubuntu.

Persiapan Alat dan Bahan

Melangkah lebih jauh untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk kegiatan diatas adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah :

1. Notebook sehat dengan minimal kapasitas hardisk 120 Gbytes.

2. CD Instalasi WinXP dengan serial numbernya.

3. CD Instalasi Window 7 dengan serial numbernya (in case windows 7 lo bermasalah)

4. CD Instalasi Linux Ubuntu 9.04 dengan penguinnya.. hehehe… ga perlu serial number soalnya.

5. Program utiliti untuk bootloader (EasyBCD 2.0)

6. Program utility .NET Framework (untuk menjalankan EasyBCD setelah diinstal di XP)

OPTIONAL :

1. Rokok sampoerna mild sebungkus.

2. Blackberry untuk mengusir bengong selama proses instalasi.

3. Teh Botol sosro

Bagi yang belum memiliki software diatas, bisa download di link dibawah ini :

http://www.ziddu.com/download/13912259/DualBootUtility.rar.html

http://www.microsoft.com/net/download.aspx

 

Dasar Pemikiran

Ada dua kemungkinan yang dihadapi ketika kita akan menginstall dual OS (tanpa memperhitungkan linux), pertama ketika windows XP sudah terinstall terlebih dahulu, dan kedua ketika Window 7 sudah terinstall terlebih dahulu. Adapun kondisi penulis ketika melakukan kegiatan ini adalah sudah terinstallnya window 7.

Apapun kondisinya, minumnya tetep teh botol… eh salah maksudnya apapun kondisinya saya dapat jelaskan dengan referensi yang sudah saya dapat. Jika Windows XP telah terinstall terlebih dahulu baru kemudian kita install windows 7 maka untuk boot loadernya tidak ada masalah karena pasti akan tampil menu boot loader untuk kedua jenis OS tersebut karena windows 7 akan menjadi OS terakhir diinstall dan lebih update daripada Windows XP dan telah memiliki fasilitas boot loader untuk bisa menghandle lebih dari satu OS terinstall asalkan masih dalam keluarga windows dan masih dibawah versi windows 7. Lain halnya ketika di komputer anda telah terinstall windows 7 terlebih dahulu (seperti apa yang dialami oleh saya) dan ingin ditambahkan dengan windows XP. Ketika proses instalasi tidak menjadi masalah, tetapi ketika selesai instalasi, maka windows 7 seakan-akan hilang dari komputer dan tergantikan oleh windows XP. Jelas hal itu berkaitan dengan boot loader. Karena boot loader tidak mencatat kehadiran windows 7 ketika kita sudah selesai dengan instalasi windows XP. Istilahnya informasi tentang boot loader windows 7 telah ditimpa oleh boot loader windows XP.

Boot loader (disebut juga boot manager) adalah program kecil yang menempatkan OS sebuah komputer ke dalam memori. Ketika komputer nyala atau di restart, Basic input/output system (BIOS) melakukan beberapa tes inisial, kemudian mengirimkan control ke Master Boot Record (MBR) dimana boot loader berada. kebanyakan boot loader komputer baru telah dilengkapi dengan beberapa versi Microsoft Windows atau bahkan Mac OS. Nah jika komputer ingin digunakan berdampingan sama Linux, maka perlu diinstall boot loader khusus.

(Sumber : http://searchenterpriselinux.techtarget.com/definition/boot-loader)

NAH… berarti inti dari tulisan ini adalah bagaimana cara qta memperlakukan boot loader agar dapat mengenali beberapa OS tidak peduli OS mana duluan yang terinstall. Oleh karena itu untuk mempermudah pekerjaan kita perlu aplikasi yang bisa memanage dual boot tapi cukup sederhana untuk dipelajari.

Langkah-langkah

Berdasarkan kondisi di lepi saya yang sudah terinstall duluan windows 7 so saya akan jelaskan bagaimana install winXP di partisi baru dan modifikasi bootloader dengan program easyBCD :

I. Membuat Partisi baru di hardisk anda

 

1. Klik Start dan ketikkan partition atau disk management di search box.

2. Pilih link create and format hard disk partition yang muncul di menu.

3. Setelah itu akan muncul tab disk management.

4. Untuk membuat partisi baru, klik kanan Drive C: dan pilih shrink volume. Tunggu sebentar saat muncul popup window.

5. Masukkan besar space hardisk di partisi baru anda, sebagai contoh yaitu saya membuat 40GB space partisi baru.

6. Setelah itu, klik Shrink

7. Setelah proses tersebut selesai maka akan muncul partisi baru sebesar 40 GB namun masih unallocated space.

8. Klik kanan dan pilih new simple volume.

9. Setelah itu pilih Format volume dengan file system NTFS dan centang perform a quick format, klik next

10. Setelah proses selesai, maka akan ada sebuah partisi baru di hardisk anda sebesar 40 GB

II. Menginstal XP di partisi baru

1. Restart komputer anda dan boot dari CD bootable XP anda

2. Saat ada pilihan partisi tempat instalasi, pilih partisi baru yang tadi anda buat.

3. Format partisi dengan NTFS file system (quick)

4. Lakukan instalasi seperti biasanya hingga selesai.

III. Membuat Boot Loader

Setelah proses install windows XP selesai, maka saat anda menghidupkan laptop anda, anda akan langsung masuk ke windows XP. Hal ini dikarenakan Boot Loader XP mereplace Boot Loader windows 7. Untuk memunculkan menu pilihan boot (boot screen), maka anda bisa memanfaatkan freeware EasyBCD 1.72 atau versi terbarunya yaitu EasyBCD 2.0 beta.

Setelah menginstal EasyBCD dan sebelum menjalankannya, sebaiknya anda install dulu .NET framework yang sudah saya sertakan dalam link diatas. karena tanpa .NET Framework maka easyBCD tidak dapat berjalan.

Setelah membuat boot loader dengan bantuan freeware tersebut, maka saat booting akan muncul boot screen untuk memilih windows yang anda inginkan. Sebenarnya ini tidak hanya bisa di gunakan di windows 7, bisa juga diaplikasikan di windows vista. Untuk vista pun sudah dibuktikan di laptop mahasiswa saya. thanks to nuke arincy yang udah mau bereksperimen dengan laptop n windows vistanya.

Setelah beres dengan dual boot OS Windows dan saya melihat masih banyak space yang tersisa di hardisk saya, muncul ide lagi kenapa ngga diinstal OS Linux juga dengan mengandalkan bootloadernya linux (GRUB) sekalian melakukan pengujian apakah GRUB dapat bekerja sama dengan Bootloadernya Windows.

Singkat cerita, dengan partisi yang sudah saya buat sebelumnya (walaupun menggunakan system file NTFS) saya tidak merasa kesulitan untuk menginstall ubuntu dalam partisi baru walaupun saya tau klo partisi itu system filenya NTFS tapi toh ubuntu tetap mengenalinya dan otomatis akan diubah oleh ubuntu menjadi system file linux (EXT2).

Cuma butuh waktu sekitar 30 menit untuk menginstall ubuntu ternyata!!! dan itu udah termasuk klik next berkali-kali, Mantaf.

Setelah beres install dan restart komputer, maka bootloader Linux (GRUB) mengambil tempat pertama yang dijalankan oleh system BIOS.. baru kemudian bootloader hasil garapan EasyBCD yang dijalankan berikutnya oleh si BIOS.

Seru abis…!!! Selamat mencoba..semoga bermanfaat!!

Next step adalah saya mau nyiapin driver2 lepi saya yang support di WinXP dan Win7.. dah dulu yah saya mau nanya ke paman google dulu.. tuh tuh.. pamannya lewat… paammaaaaaannnn ggoooooooooggglleee.. tunggu saya mau nanya… ….. (lari tunggang langgang mengejar paman google).

Pengantar

Sharing pengalaman apa yang telah saya lakukan di notebook kesayangan saya (HP Mini 210) mungkin sedikit berguna bagi para reader…

Ide awalnya adalah ingin menjalankan program yang berjalan baik di WinXP tapi tetap ingin memiliki OS Bawaan notebook yang notabenenya License Operating System (LOS). Adapun LOS yang sudah terinstall di notebook saya adalah window 7 Ultimate Edition. Dan aplikasi yang saya maksud berjalan baik di winXP adalah aplikasi-aplikasi penunjang kerjaan saya sebagai web master dan DBA yakni Web server, SSH Secure, Virtualhost dan SQL Server2000. Setelah baca referensi sana sini untuk bisa menjalankan aplikasi2 tersebut di window 7 ternyata memang tidak bisa. Akhirnya pencarian referensi sedikit bergeser menjadi ke arah cara melakukan dual boot pada notebook yang telah terinstall window 7 lebih dulu. Singkat kata singkat cerita, referensi udah saya dapat dan segera melakukan strategi operasi pada notebook saya agar bisa dual boot (Windows7 dan XP).

Disamping latar belakang diatas, saya berharap dengan menggunakan dual OS akan membuat kerjaan lebih efektif untuk segala jenis kondisi… istilah sayanya sih All terain OS for backuping my different activity.

Akhirnya timbul ide gila… kenapa ngga notebook saya ga hanya dilengkapi dengan 2 OS berbasis GUI tapi juga dilengkapi dengan OS Linux… tapi berkat ide gila itu, akhirnya notebook saya juga dipersenjatai oleh 3 OS sekaligus. Windows 7, Windows XP SP2, dan Linux Ubuntu.

Persiapan Alat dan Bahan

Melangkah lebih jauh untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk kegiatan diatas adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah :

1. Notebook sehat dengan minimal kapasitas hardisk 120 Gbytes.

2. CD Instalasi WinXP dengan serial numbernya.

3. CD Instalasi Window 7 dengan serial numbernya (in case windows 7 lo bermasalah)

4. CD Instalasi Linux Ubuntu 9.04 dengan penguinnya.. hehehe… ga perlu serial number soalnya.

5. Program utiliti untuk bootloader (EasyBCD 2.0)

6. Program utility .NET Framework (untuk menjalankan EasyBCD setelah diinstal di XP)

OPTIONAL :

1. Rokok sampoerna mild sebungkus.

2. Blackberry untuk mengusir bengong selama proses instalasi.

3. Teh Botol sosro

Bagi yang belum memiliki software diatas, bisa download di link dibawah ini :

http://www.ziddu.com/download/13912259/DualBootUtility.rar.html

http://www.microsoft.com/net/download.aspx

 

Dasar Pemikiran

Ada dua kemungkinan yang dihadapi ketika kita akan menginstall dual OS (tanpa memperhitungkan linux), pertama ketika windows XP sudah terinstall terlebih dahulu, dan kedua ketika Window 7 sudah terinstall terlebih dahulu. Adapun kondisi penulis ketika melakukan kegiatan ini adalah sudah terinstallnya window 7.

Apapun kondisinya, minumnya tetep teh botol… eh salah maksudnya apapun kondisinya saya dapat jelaskan dengan referensi yang sudah saya dapat. Jika Windows XP telah terinstall terlebih dahulu baru kemudian kita install windows 7 maka untuk boot loadernya tidak ada masalah karena pasti akan tampil menu boot loader untuk kedua jenis OS tersebut karena windows 7 akan menjadi OS terakhir diinstall dan lebih update daripada Windows XP dan telah memiliki fasilitas boot loader untuk bisa menghandle lebih dari satu OS terinstall asalkan masih dalam keluarga windows dan masih dibawah versi windows 7. Lain halnya ketika di komputer anda telah terinstall windows 7 terlebih dahulu (seperti apa yang dialami oleh saya) dan ingin ditambahkan dengan windows XP. Ketika proses instalasi tidak menjadi masalah, tetapi ketika selesai instalasi, maka windows 7 seakan-akan hilang dari komputer dan tergantikan oleh windows XP. Jelas hal itu berkaitan dengan boot loader. Karena boot loader tidak mencatat kehadiran windows 7 ketika kita sudah selesai dengan instalasi windows XP. Istilahnya informasi tentang boot loader windows 7 telah ditimpa oleh boot loader windows XP.

Boot loader (disebut juga boot manager) adalah program kecil yang menempatkan OS sebuah komputer ke dalam memori. Ketika komputer nyala atau di restart, Basic input/output system (BIOS) melakukan beberapa tes inisial, kemudian mengirimkan control ke Master Boot Record (MBR) dimana boot loader berada. kebanyakan boot loader komputer baru telah dilengkapi dengan beberapa versi Microsoft Windows atau bahkan Mac OS. Nah jika komputer ingin digunakan berdampingan sama Linux, maka perlu diinstall boot loader khusus.

(Sumber : http://searchenterpriselinux.techtarget.com/definition/boot-loader)

NAH… berarti inti dari tulisan ini adalah bagaimana cara qta memperlakukan boot loader agar dapat mengenali beberapa OS tidak peduli OS mana duluan yang terinstall. Oleh karena itu untuk mempermudah pekerjaan kita perlu aplikasi yang bisa memanage dual boot tapi cukup sederhana untuk dipelajari.

Langkah-langkah

Berdasarkan kondisi di lepi saya yang sudah terinstall duluan windows 7 so saya akan jelaskan bagaimana install winXP di partisi baru dan modifikasi bootloader dengan program easyBCD :

I. Membuat Partisi baru di hardisk anda

 

1. Klik Start dan ketikkan partition atau disk management di search box.

2. Pilih link create and format hard disk partition yang muncul di menu.

3. Setelah itu akan muncul tab disk management.

4. Untuk membuat partisi baru, klik kanan Drive C: dan pilih shrink volume. Tunggu sebentar saat muncul popup window.

5. Masukkan besar space hardisk di partisi baru anda, sebagai contoh yaitu saya membuat 40GB space partisi baru.

6. Setelah itu, klik Shrink

7. Setelah proses tersebut selesai maka akan muncul partisi baru sebesar 40 GB namun masih unallocated space.

8. Klik kanan dan pilih new simple volume.

9. Setelah itu pilih Format volume dengan file system NTFS dan centang perform a quick format, klik next

10. Setelah proses selesai, maka akan ada sebuah partisi baru di hardisk anda sebesar 40 GB

II. Menginstal XP di partisi baru

1. Restart komputer anda dan boot dari CD bootable XP anda

2. Saat ada pilihan partisi tempat instalasi, pilih partisi baru yang tadi anda buat.

3. Format partisi dengan NTFS file system (quick)

4. Lakukan instalasi seperti biasanya hingga selesai.

III. Membuat Boot Loader

Setelah proses install windows XP selesai, maka saat anda menghidupkan laptop anda, anda akan langsung masuk ke windows XP. Hal ini dikarenakan Boot Loader XP mereplace Boot Loader windows 7. Untuk memunculkan menu pilihan boot (boot screen), maka anda bisa memanfaatkan freeware EasyBCD 1.72 atau versi terbarunya yaitu EasyBCD 2.0 beta.

Setelah menginstal EasyBCD dan sebelum menjalankannya, sebaiknya anda install dulu .NET framework yang sudah saya sertakan dalam link diatas. karena tanpa .NET Framework maka easyBCD tidak dapat berjalan.

Setelah membuat boot loader dengan bantuan freeware tersebut, maka saat booting akan muncul boot screen untuk memilih windows yang anda inginkan. Sebenarnya ini tidak hanya bisa di gunakan di windows 7, bisa juga diaplikasikan di windows vista. Untuk vista pun sudah dibuktikan di laptop mahasiswa saya. thanks to nuke arincy yang udah mau bereksperimen dengan laptop n windows vistanya.

Setelah beres dengan dual boot OS Windows dan saya melihat masih banyak space yang tersisa di hardisk saya, muncul ide lagi kenapa ngga diinstal OS Linux juga dengan mengandalkan bootloadernya linux (GRUB) sekalian melakukan pengujian apakah GRUB dapat bekerja sama dengan Bootloadernya Windows.

Singkat cerita, dengan partisi yang sudah saya buat sebelumnya (walaupun menggunakan system file NTFS) saya tidak merasa kesulitan untuk menginstall ubuntu dalam partisi baru walaupun saya tau klo partisi itu system filenya NTFS tapi toh ubuntu tetap mengenalinya dan otomatis akan diubah oleh ubuntu menjadi system file linux (EXT2).

Cuma butuh waktu sekitar 30 menit untuk menginstall ubuntu ternyata!!! dan itu udah termasuk klik next berkali-kali, Mantaf.

Setelah beres install dan restart komputer, maka bootloader Linux (GRUB) mengambil tempat pertama yang dijalankan oleh system BIOS.. baru kemudian bootloader hasil garapan EasyBCD yang dijalankan berikutnya oleh si BIOS.

Seru abis…!!! Selamat mencoba..semoga bermanfaat!!

Next step adalah saya mau nyiapin driver2 lepi saya yang support di WinXP dan Win7.. dah dulu yah saya mau nanya ke paman google dulu.. tuh tuh.. pamannya lewat… paammaaaaaannnn ggoooooooooggglleee.. tunggu saya mau nanya… ….. (lari tunggang langgang mengejar paman google).

Pengantar

Sharing pengalaman apa yang telah saya lakukan di notebook kesayangan saya (HP Mini 210) mungkin sedikit berguna bagi para reader…

Ide awalnya adalah ingin menjalankan program yang berjalan baik di WinXP tapi tetap ingin memiliki OS Bawaan notebook yang notabenenya License Operating System (LOS). Adapun LOS yang sudah terinstall di notebook saya adalah window 7 Ultimate Edition. Dan aplikasi yang saya maksud berjalan baik di winXP adalah aplikasi-aplikasi penunjang kerjaan saya sebagai web master dan DBA yakni Web server, SSH Secure, Virtualhost dan SQL Server2000. Setelah baca referensi sana sini untuk bisa menjalankan aplikasi2 tersebut di window 7 ternyata memang tidak bisa. Akhirnya pencarian referensi sedikit bergeser menjadi ke arah cara melakukan dual boot pada notebook yang telah terinstall window 7 lebih dulu. Singkat kata singkat cerita, referensi udah saya dapat dan segera melakukan strategi operasi pada notebook saya agar bisa dual boot (Windows7 dan XP).

Disamping latar belakang diatas, saya berharap dengan menggunakan dual OS akan membuat kerjaan lebih efektif untuk segala jenis kondisi… istilah sayanya sih All terain OS for backuping my different activity.

Akhirnya timbul ide gila… kenapa ngga notebook saya ga hanya dilengkapi dengan 2 OS berbasis GUI tapi juga dilengkapi dengan OS Linux… tapi berkat ide gila itu, akhirnya notebook saya juga dipersenjatai oleh 3 OS sekaligus. Windows 7, Windows XP SP2, dan Linux Ubuntu.

Persiapan Alat dan Bahan

Melangkah lebih jauh untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk kegiatan diatas adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah :

1. Notebook sehat dengan minimal kapasitas hardisk 120 Gbytes.

2. CD Instalasi WinXP dengan serial numbernya.

3. CD Instalasi Window 7 dengan serial numbernya (in case windows 7 lo bermasalah)

4. CD Instalasi Linux Ubuntu 9.04 dengan penguinnya.. hehehe… ga perlu serial number soalnya.

5. Program utiliti untuk bootloader (EasyBCD 2.0)

6. Program utility .NET Framework (untuk menjalankan EasyBCD setelah diinstal di XP)

OPTIONAL :

1. Rokok sampoerna mild sebungkus.

2. Blackberry untuk mengusir bengong selama proses instalasi.

3. Teh Botol sosro

Bagi yang belum memiliki software diatas, bisa download di link dibawah ini :

http://www.ziddu.com/download/13912259/DualBootUtility.rar.html

http://www.microsoft.com/net/download.aspx

 

Dasar Pemikiran

Ada dua kemungkinan yang dihadapi ketika kita akan menginstall dual OS (tanpa memperhitungkan linux), pertama ketika windows XP sudah terinstall terlebih dahulu, dan kedua ketika Window 7 sudah terinstall terlebih dahulu. Adapun kondisi penulis ketika melakukan kegiatan ini adalah sudah terinstallnya window 7.

Apapun kondisinya, minumnya tetep teh botol… eh salah maksudnya apapun kondisinya saya dapat jelaskan dengan referensi yang sudah saya dapat. Jika Windows XP telah terinstall terlebih dahulu baru kemudian kita install windows 7 maka untuk boot loadernya tidak ada masalah karena pasti akan tampil menu boot loader untuk kedua jenis OS tersebut karena windows 7 akan menjadi OS terakhir diinstall dan lebih update daripada Windows XP dan telah memiliki fasilitas boot loader untuk bisa menghandle lebih dari satu OS terinstall asalkan masih dalam keluarga windows dan masih dibawah versi windows 7. Lain halnya ketika di komputer anda telah terinstall windows 7 terlebih dahulu (seperti apa yang dialami oleh saya) dan ingin ditambahkan dengan windows XP. Ketika proses instalasi tidak menjadi masalah, tetapi ketika selesai instalasi, maka windows 7 seakan-akan hilang dari komputer dan tergantikan oleh windows XP. Jelas hal itu berkaitan dengan boot loader. Karena boot loader tidak mencatat kehadiran windows 7 ketika kita sudah selesai dengan instalasi windows XP. Istilahnya informasi tentang boot loader windows 7 telah ditimpa oleh boot loader windows XP.

Boot loader (disebut juga boot manager) adalah program kecil yang menempatkan OS sebuah komputer ke dalam memori. Ketika komputer nyala atau di restart, Basic input/output system (BIOS) melakukan beberapa tes inisial, kemudian mengirimkan control ke Master Boot Record (MBR) dimana boot loader berada. kebanyakan boot loader komputer baru telah dilengkapi dengan beberapa versi Microsoft Windows atau bahkan Mac OS. Nah jika komputer ingin digunakan berdampingan sama Linux, maka perlu diinstall boot loader khusus.

(Sumber : http://searchenterpriselinux.techtarget.com/definition/boot-loader)

NAH… berarti inti dari tulisan ini adalah bagaimana cara qta memperlakukan boot loader agar dapat mengenali beberapa OS tidak peduli OS mana duluan yang terinstall. Oleh karena itu untuk mempermudah pekerjaan kita perlu aplikasi yang bisa memanage dual boot tapi cukup sederhana untuk dipelajari.

Langkah-langkah

Berdasarkan kondisi di lepi saya yang sudah terinstall duluan windows 7 so saya akan jelaskan bagaimana install winXP di partisi baru dan modifikasi bootloader dengan program easyBCD :

I. Membuat Partisi baru di hardisk anda

 

1. Klik Start dan ketikkan partition atau disk management di search box.

2. Pilih link create and format hard disk partition yang muncul di menu.

3. Setelah itu akan muncul tab disk management.

4. Untuk membuat partisi baru, klik kanan Drive C: dan pilih shrink volume. Tunggu sebentar saat muncul popup window.

5. Masukkan besar space hardisk di partisi baru anda, sebagai contoh yaitu saya membuat 40GB space partisi baru.

6. Setelah itu, klik Shrink

7. Setelah proses tersebut selesai maka akan muncul partisi baru sebesar 40 GB namun masih unallocated space.

8. Klik kanan dan pilih new simple volume.

9. Setelah itu pilih Format volume dengan file system NTFS dan centang perform a quick format, klik next

10. Setelah proses selesai, maka akan ada sebuah partisi baru di hardisk anda sebesar 40 GB

II. Menginstal XP di partisi baru

1. Restart komputer anda dan boot dari CD bootable XP anda

2. Saat ada pilihan partisi tempat instalasi, pilih partisi baru yang tadi anda buat.

3. Format partisi dengan NTFS file system (quick)

4. Lakukan instalasi seperti biasanya hingga selesai.

III. Membuat Boot Loader

Setelah proses install windows XP selesai, maka saat anda menghidupkan laptop anda, anda akan langsung masuk ke windows XP. Hal ini dikarenakan Boot Loader XP mereplace Boot Loader windows 7. Untuk memunculkan menu pilihan boot (boot screen), maka anda bisa memanfaatkan freeware EasyBCD 1.72 atau versi terbarunya yaitu EasyBCD 2.0 beta.

Setelah menginstal EasyBCD dan sebelum menjalankannya, sebaiknya anda install dulu .NET framework yang sudah saya sertakan dalam link diatas. karena tanpa .NET Framework maka easyBCD tidak dapat berjalan.

Setelah membuat boot loader dengan bantuan freeware tersebut, maka saat booting akan muncul boot screen untuk memilih windows yang anda inginkan. Sebenarnya ini tidak hanya bisa di gunakan di windows 7, bisa juga diaplikasikan di windows vista. Untuk vista pun sudah dibuktikan di laptop mahasiswa saya. thanks to nuke arincy yang udah mau bereksperimen dengan laptop n windows vistanya.

Setelah beres dengan dual boot OS Windows dan saya melihat masih banyak space yang tersisa di hardisk saya, muncul ide lagi kenapa ngga diinstal OS Linux juga dengan mengandalkan bootloadernya linux (GRUB) sekalian melakukan pengujian apakah GRUB dapat bekerja sama dengan Bootloadernya Windows.

Singkat cerita, dengan partisi yang sudah saya buat sebelumnya (walaupun menggunakan system file NTFS) saya tidak merasa kesulitan untuk menginstall ubuntu dalam partisi baru walaupun saya tau klo partisi itu system filenya NTFS tapi toh ubuntu tetap mengenalinya dan otomatis akan diubah oleh ubuntu menjadi system file linux (EXT2).

Cuma butuh waktu sekitar 30 menit untuk menginstall ubuntu ternyata!!! dan itu udah termasuk klik next berkali-kali, Mantaf.

Setelah beres install dan restart komputer, maka bootloader Linux (GRUB) mengambil tempat pertama yang dijalankan oleh system BIOS.. baru kemudian bootloader hasil garapan EasyBCD yang dijalankan berikutnya oleh si BIOS.

Seru abis…!!! Selamat mencoba..semoga bermanfaat!!

Next step adalah saya mau nyiapin driver2 lepi saya yang support di WinXP dan Win7.. dah dulu yah saya mau nanya ke paman google dulu.. tuh tuh.. pamannya lewat… paammaaaaaannnn ggoooooooooggglleee.. tunggu saya mau nanya… ….. (lari tunggang langgang mengejar paman google).

Pengantar

Sharing pengalaman apa yang telah saya lakukan di notebook kesayangan saya (HP Mini 210) mungkin sedikit berguna bagi para reader…

Ide awalnya adalah ingin menjalankan program yang berjalan baik di WinXP tapi tetap ingin memiliki OS Bawaan notebook yang notabenenya License Operating System (LOS). Adapun LOS yang sudah terinstall di notebook saya adalah window 7 Ultimate Edition. Dan aplikasi yang saya maksud berjalan baik di winXP adalah aplikasi-aplikasi penunjang kerjaan saya sebagai web master dan DBA yakni Web server, SSH Secure, Virtualhost dan SQL Server2000. Setelah baca referensi sana sini untuk bisa menjalankan aplikasi2 tersebut di window 7 ternyata memang tidak bisa. Akhirnya pencarian referensi sedikit bergeser menjadi ke arah cara melakukan dual boot pada notebook yang telah terinstall window 7 lebih dulu. Singkat kata singkat cerita, referensi udah saya dapat dan segera melakukan strategi operasi pada notebook saya agar bisa dual boot (Windows7 dan XP).

Disamping latar belakang diatas, saya berharap dengan menggunakan dual OS akan membuat kerjaan lebih efektif untuk segala jenis kondisi… istilah sayanya sih All terain OS for backuping my different activity.

Akhirnya timbul ide gila… kenapa ngga notebook saya ga hanya dilengkapi dengan 2 OS berbasis GUI tapi juga dilengkapi dengan OS Linux… tapi berkat ide gila itu, akhirnya notebook saya juga dipersenjatai oleh 3 OS sekaligus. Windows 7, Windows XP SP2, dan Linux Ubuntu.

Persiapan Alat dan Bahan

Melangkah lebih jauh untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk kegiatan diatas adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah :

1. Notebook sehat dengan minimal kapasitas hardisk 120 Gbytes.

2. CD Instalasi WinXP dengan serial numbernya.

3. CD Instalasi Window 7 dengan serial numbernya (in case windows 7 lo bermasalah)

4. CD Instalasi Linux Ubuntu 9.04 dengan penguinnya.. hehehe… ga perlu serial number soalnya.

5. Program utiliti untuk bootloader (EasyBCD 2.0)

6. Program utility .NET Framework (untuk menjalankan EasyBCD setelah diinstal di XP)

OPTIONAL :

1. Rokok sampoerna mild sebungkus.

2. Blackberry untuk mengusir bengong selama proses instalasi.

3. Teh Botol sosro

Bagi yang belum memiliki software diatas, bisa download di link dibawah ini :

http://www.ziddu.com/download/13912259/DualBootUtility.rar.html

http://www.microsoft.com/net/download.aspx

 

Dasar Pemikiran

Ada dua kemungkinan yang dihadapi ketika kita akan menginstall dual OS (tanpa memperhitungkan linux), pertama ketika windows XP sudah terinstall terlebih dahulu, dan kedua ketika Window 7 sudah terinstall terlebih dahulu. Adapun kondisi penulis ketika melakukan kegiatan ini adalah sudah terinstallnya window 7.

Apapun kondisinya, minumnya tetep teh botol… eh salah maksudnya apapun kondisinya saya dapat jelaskan dengan referensi yang sudah saya dapat. Jika Windows XP telah terinstall terlebih dahulu baru kemudian kita install windows 7 maka untuk boot loadernya tidak ada masalah karena pasti akan tampil menu boot loader untuk kedua jenis OS tersebut karena windows 7 akan menjadi OS terakhir diinstall dan lebih update daripada Windows XP dan telah memiliki fasilitas boot loader untuk bisa menghandle lebih dari satu OS terinstall asalkan masih dalam keluarga windows dan masih dibawah versi windows 7. Lain halnya ketika di komputer anda telah terinstall windows 7 terlebih dahulu (seperti apa yang dialami oleh saya) dan ingin ditambahkan dengan windows XP. Ketika proses instalasi tidak menjadi masalah, tetapi ketika selesai instalasi, maka windows 7 seakan-akan hilang dari komputer dan tergantikan oleh windows XP. Jelas hal itu berkaitan dengan boot loader. Karena boot loader tidak mencatat kehadiran windows 7 ketika kita sudah selesai dengan instalasi windows XP. Istilahnya informasi tentang boot loader windows 7 telah ditimpa oleh boot loader windows XP.

Boot loader (disebut juga boot manager) adalah program kecil yang menempatkan OS sebuah komputer ke dalam memori. Ketika komputer nyala atau di restart, Basic input/output system (BIOS) melakukan beberapa tes inisial, kemudian mengirimkan control ke Master Boot Record (MBR) dimana boot loader berada. kebanyakan boot loader komputer baru telah dilengkapi dengan beberapa versi Microsoft Windows atau bahkan Mac OS. Nah jika komputer ingin digunakan berdampingan sama Linux, maka perlu diinstall boot loader khusus.

(Sumber : http://searchenterpriselinux.techtarget.com/definition/boot-loader)

NAH… berarti inti dari tulisan ini adalah bagaimana cara qta memperlakukan boot loader agar dapat mengenali beberapa OS tidak peduli OS mana duluan yang terinstall. Oleh karena itu untuk mempermudah pekerjaan kita perlu aplikasi yang bisa memanage dual boot tapi cukup sederhana untuk dipelajari.

Langkah-langkah

Berdasarkan kondisi di lepi saya yang sudah terinstall duluan windows 7 so saya akan jelaskan bagaimana install winXP di partisi baru dan modifikasi bootloader dengan program easyBCD :

I. Membuat Partisi baru di hardisk anda

 

1. Klik Start dan ketikkan partition atau disk management di search box.

2. Pilih link create and format hard disk partition yang muncul di menu.

3. Setelah itu akan muncul tab disk management.

4. Untuk membuat partisi baru, klik kanan Drive C: dan pilih shrink volume. Tunggu sebentar saat muncul popup window.

5. Masukkan besar space hardisk di partisi baru anda, sebagai contoh yaitu saya membuat 40GB space partisi baru.

6. Setelah itu, klik Shrink

7. Setelah proses tersebut selesai maka akan muncul partisi baru sebesar 40 GB namun masih unallocated space.

8. Klik kanan dan pilih new simple volume.

9. Setelah itu pilih Format volume dengan file system NTFS dan centang perform a quick format, klik next

10. Setelah proses selesai, maka akan ada sebuah partisi baru di hardisk anda sebesar 40 GB

II. Menginstal XP di partisi baru

1. Restart komputer anda dan boot dari CD bootable XP anda

2. Saat ada pilihan partisi tempat instalasi, pilih partisi baru yang tadi anda buat.

3. Format partisi dengan NTFS file system (quick)

4. Lakukan instalasi seperti biasanya hingga selesai.

III. Membuat Boot Loader

Setelah proses install windows XP selesai, maka saat anda menghidupkan laptop anda, anda akan langsung masuk ke windows XP. Hal ini dikarenakan Boot Loader XP mereplace Boot Loader windows 7. Untuk memunculkan menu pilihan boot (boot screen), maka anda bisa memanfaatkan freeware EasyBCD 1.72 atau versi terbarunya yaitu EasyBCD 2.0 beta.

Setelah menginstal EasyBCD dan sebelum menjalankannya, sebaiknya anda install dulu .NET framework yang sudah saya sertakan dalam link diatas. karena tanpa .NET Framework maka easyBCD tidak dapat berjalan.

Setelah membuat boot loader dengan bantuan freeware tersebut, maka saat booting akan muncul boot screen untuk memilih windows yang anda inginkan. Sebenarnya ini tidak hanya bisa di gunakan di windows 7, bisa juga diaplikasikan di windows vista. Untuk vista pun sudah dibuktikan di laptop mahasiswa saya. thanks to nuke arincy yang udah mau bereksperimen dengan laptop n windows vistanya.

Setelah beres dengan dual boot OS Windows dan saya melihat masih banyak space yang tersisa di hardisk saya, muncul ide lagi kenapa ngga diinstal OS Linux juga dengan mengandalkan bootloadernya linux (GRUB) sekalian melakukan pengujian apakah GRUB dapat bekerja sama dengan Bootloadernya Windows.

Singkat cerita, dengan partisi yang sudah saya buat sebelumnya (walaupun menggunakan system file NTFS) saya tidak merasa kesulitan untuk menginstall ubuntu dalam partisi baru walaupun saya tau klo partisi itu system filenya NTFS tapi toh ubuntu tetap mengenalinya dan otomatis akan diubah oleh ubuntu menjadi system file linux (EXT2).

Cuma butuh waktu sekitar 30 menit untuk menginstall ubuntu ternyata!!! dan itu udah termasuk klik next berkali-kali, Mantaf.

Setelah beres install dan restart komputer, maka bootloader Linux (GRUB) mengambil tempat pertama yang dijalankan oleh system BIOS.. baru kemudian bootloader hasil garapan EasyBCD yang dijalankan berikutnya oleh si BIOS.

Seru abis…!!! Selamat mencoba..semoga bermanfaat!!

Next step adalah saya mau nyiapin driver2 lepi saya yang support di WinXP dan Win7.. dah dulu yah saya mau nanya ke paman google dulu.. tuh tuh.. pamannya lewat… paammaaaaaannnn ggoooooooooggglleee.. tunggu saya mau nanya… ….. (lari tunggang langgang mengejar paman google).